Kecanduan Instagram

Sudah setahun lebih aktif dan ketagihan Instagram. Aplikasi social networking yang menggunakan foto sebagai subyek utamanya. Dari awal main saya menggunakan instagram sesuai fungsi aslinya, mengabadikan moment secara instant dengan caption sesuai yang ada dipikiran kita saat itu. Bisa dibilang seperti mobile diary/scrapbook, seperti itulah awal penilaian saya soal instagram. Setelah hampir setahun menggunakan instagram, sering saya melihat foto-foto orang yang menurut saya mustahil diambil menggunakan kamera iPhone standar, meskipun saat itu sudah ada iphone 4, yang kualitas gambarnya cukup bagus. Ternyata memang trend penggunaan instagram berubah, tiba-tiba penggunaan instagram mulai berfungsi sebagai showcase hasil-hasil karya fotografi orang tersebut yang sebelumnya sudah ditransfer ke iDevice. Perubahan ini bukan tanpa alasan, karena dari sisi software, semakin banyak apps yang tersedia untuk proses edit foto secara langsung di iDevice. Dari sekedar menambahkan watermark ke foto, sampai editing kelas atas yang menggunakan layer dan masking. Berkat banyaknya apps pendukung seperti ini dan kemampuan pemrosesan iDevice yang semakin baik juga, semakin banyak orang yang mengedit hasil jepretan fotonya terlebih dahulu sebelum posting ke instagram. Sebutan yang saat itu ramai digunakan sebagai sindiran adalah Latergram, karena penggunaan instagram sudah serba tidak instant lagi.

 


Awalnya saya tidak suka dengan penggunaan Latergram seperti ini (mungkin karena iri, foto mereka bagus-bagus..) , namun setelah mencoba beberapa kali menggunakan aplikasi edit foto di iPhone saya lama kelamaan jadi suka juga. Beberapa kali upload foto hasil editan apps, terasa sangat puas melihat hasilnya meskipun tetap sedikit yang nge-like, hehehe. Setelah itu mulailah saya membaca hubungan komunitas di instagram. Karena memang ini adalah aplikasi social networking, sudah jadi hal wajib bagi kita untuk saling berinteraksi disini. Gimana caranya?? Yaa saling like dan komen foto lah caranya..! Kemudian saya gabung ke milist pengguna instagram indonesia, iPhonesia. Cukup seru juga,  membernya ramah-ramah, nggak pelit bagi ilmu, dan terasa sekali kekeluargaannya.  Saya banyak belajar dari iPhonesia, mulai cara edit, apps yang biasa digunakan, hingga teknik-teknik fotografi pun juga di share disana.

Saat ini banyak sekali aliran yang ada di instagram, ada streetphotography, HDR, BW, Landscape, Macro, dll sesuai aliran fotografi umumnya. Instagram sudah benar-benar menjadi aplikasi photography tempat dimana fotografer menunjukkan karya-karyanya, tanpa meninggalkan aspek social network nya. Tentunya penggunaan instagram sebagai showcase ini memang tidak berlaku mutlak untuk semuanya, masih tetap banyak pengguna yang setia menggunakan instagram sesuai fungsi aslinya, yaa.. Instant..!!😀

Kecanduan Instagram

2 thoughts on “Kecanduan Instagram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s